Postingan

Perjalanan ke Utara

Gambar
Tugu Payan Mas, ikon Kotabumi Terlahir jadi manusia biasa membuat aku harus meninggalkan sesuatu yang bisa jadi tanda keberadaanku setelah aku mati nanti. Alasan yang selalu jadi  force majeur  atas hal-hal yang aku simpan dalam tulisan adalah : aku ingin abadi. Dan pilihan paling mudahnya adalah meninggalkan cerita dari setiap kejadian. Termasuk tulisan yang sentimentil ini. Jangan sampai nggak terabadikan deh pokoknya. ... Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah,  Ikhlas beramal dalam bakti Gemilang sinar surya,  Menyinari fajar harapan ... (Kotabumi, Maret 2021) Jadi, sampai hari ini potongan Hymne IMM masih sangat terasa mengharukan saat dinyanyikan. Liriknya jadi saksi perjalanan yang aku tidak pernah sangka akan aku temui dalam hidupku. Ketika upacara penutupan kegiatan, air mata kami para instruktur (dan beberapa peserta) nggak bisa ditahan lajunya. Kalimat "ikhlas beramal dalam bakti" betul-betul menjadi puncak sihir yang menimbulkan perasaan magis. Membuat k...

Untuk Sakura

Gambar
Tempat sampah di Jepang Jam 17.43 WIB di Lampung Selatan saat aku menulis ini Tadi pagi, ada status isi salju lewat di aplikasi Whatsappku. Datangnya dari status Mbak Ummu, salah satu seniorku di UKM Tapak Suci yang sekarang sedang menempuh studi doktoral di NAIST (Nara Institute of Science and Technology). Kondisi hujan membuat efek dinginnya salju bisa dirasakan langsung. I feel the temperature, I feel the excitement dari bagaimana Mbak Ummu bersuara lewat video dan bagaimana Mbak Ummu dan temen-teman langsung turun ke bawah menyambut turunnya salju. Btw, salju kali ini spesial katanya, karena ini adalah salju tebal pertama di NAIST setelah yang terakhir ada di tahun 2012.  Tujuan nulis ini cuma buat mengisi waktu sambil menunggu Maghrib aja sii hehe. Intinya ini adalah kilas balik sedikit memori yang pernah aku lewati bareng Mbak Ummu (btw, aku ndak tau how to spell her name correctly). Selain itu, aku butuh pencitraan di hadapan Google. Aku juga ada tulisan yang dipost lhoo, wa...

Untuk Sisna

Gambar
Kudus yang dijuluki Kota Kretek sepertinya memang dilahirkan spesial. Ceritanya bermula ketika sekolah dasar aku belajar IPS dan salah satu bahasannya adalah masjid yang memiliki arsitektur menyerupai candi. There is a sparkling joy when I heard the story. Sampai akhirnya belasan tahun kemudian, aku ditakdirkan menginjakkan kakiku di Tanah Kudus. Bagi seorang pejalan sepertiku, jarang sekali menjadikan destinasi sebagai daya tarik utama. Tapi Kudus berbeda. Ada sesuatu yang magis menyusup masuk ke rongga dada ketika menyadari aku ada di tanah yang masjidnya aku kagumi bertahun tahun yang lalu. Tapii kali ini bukan Kudus yang akan aku bahas. Mungkin lain waktu.  Tulisan ini buat Sisna, gadis Jepara (dulunya) tapi kuliah dan berorganisasi di Kudus. Sepuluh hari yang lalu Sisna melangsungkan pernikahan dengan lelaki yang-bisa jadi dia tidak sadar-ditunggu selama ini. Jadi aku bermaksud memberi ucapan selamat yang agak panjang sebagai pengganti kehadiranku. Ah mungkin juga ini bukan uc...

Sweet Home

Gambar
Dua hari yang lalu aku baru menuntaskan Drama Korea yang lagi hype di kalangan pencintanya. Judulnya Sweet Home. Drama 10 episode yang dibintangi oleh Song Kang, Lee Jin-wook, dan Lee Si-young ini berdasarkan webtoon dengan judul sama karya Kim Kan-bi dan Hwang Young-chan. Btw, tulisan ini berisi spoiler. Silakan skip kalau ndak mau dapet bocoran. Kebiasaanku kalau nonton film adalah tidak terlebih dahulu melakukan research mendalam tentang review atau genrenya. Tapi kali ini aku mendapat rekomemdasi dari teman, katanya : "kamu pasti suka". Setelahnya aku langsung mulai nonton dan menghabiskan seluruh episode dalam 2 hari. Karena durasi tiap episodenya nggak sampai satu jam, jadi bisa cepat selesai. Judul serial dan cerita yang dibawa sangat kontradiktif. Imajinasi kita membayangkan Sweet Home akan bercerita tentang cerita yang mani-manis. Tapi faktanya, totally wrong. Isi ceritanya tentang wabah mengerikan yang melanda Korea Selatan dimana manusia yang terinfeksi akan menjad...

Untuk Isna

Gambar
Aku, Isna dan IMM is a complementary relation.  Tidak lengkap kalau kehilangan satu sama lain. Pertemuan pertama kita adalah Januari 2 tahun yang lalu. Berarti hari ini, sudah hampir 3 tahun aku kenal Isna.  Masih jelas di kepala, obrolan pertama aku dan Isna adalah di warmindo dekat lokasi pengkaderan kita dulu. Entah disengaja atau tidak, pembicaraan kami saat itu mengalir saja. Lancar sekali seperti sudah lama kenal. Aku tidak pernah menyesali takdir Tuhan yang menyuratkan pertemuan kami di hari itu. Karena hingga berminggu dan berbulan bulan kemudian obrolan seperti itu selalu hadir di antara kita. Selalu asik dan menyenangkan. Pernyataan di kalimat pertama postingan ini harusnya bisa menjelaskan semuanya. Tapi tetap butuh aku perjelas rasanya. Jika aku dan isna adalah dua entitas yang berbeda, maka IMM adalah penghubungnya. Sudah lebih dari 1000 hari sejak aku dan Isna bertemu pertamakali, dan sudah berbagai macam hal mencoba memutus hubungan aku dan isna. Tapi IMM selalu...

Aku dan Buku

Gambar
"Ketika nanti ada yang melamar, aku maunya dibawain seserahan apa ya?"   Sempat terlintas di kepala pertanyaan semacam itu. Maklum, usia hampir masuk seperempat abad, dimana pertanyaan-pertanyaan "kapan nikah" sudah akrab sekali di telinga. Lalu bermunculanlah berbagai macam bentuk perhiasan dan aneka rupa benda yang lazim dibawa untuk seserahan. Tapi kok ternyata nggak ada yang cocok yaa. Cincin, kalung, seperangkat make up atau skin care, pakaian dan lainnya memang menggoda. Namun, kalau kata Marie Kondo semua benda-benda itu ndak menimbulkan "sparkling joy". Sempat bertanya tanya juga ke diri sendiri : terus aku tu maunya apa?   Sampai akhirnya, jawaban pertanyaan itu adalah buku. Tumpukan kertas yang disatukan dan nggak membuat cantik serta mulus itu malah jadi hadiah yang paling aku inginkan. Jadi, lahir di tengah keluarga yang mengedepankan pendidikan membuat aku hari ini merasa punya privilege. Yaa meskipun tidak berbentuk materi, ternyata suka memb...

Gosip for lyfe

Gambar
Sebelumnya, tulisan ini bukan usahaku untuk menghalalkan ghibah yaa guys ;) Ceritanya, tanggal 4 April lalu, adikku, Naban, menulis soal gosip di blog pribadinya. Buat yang belum baca, bisa dibaca dulu disini . Eh pas banget aku lagi cari inspirasi bahan tulisan, langsung ke-trigger deh sama tema tulisannya. Jadi, terimakasih untuk Naban dan gosipnya hehe. Disini aku cuma mau menggambarkan dari another view aja sii. Belum sehebat itu untuk melemparkan sanggahan. Di tulisannya, Naban menceritakan satu pengalaman yang disitu ada akunya. Responku ya cuma senyum-senyum aja. Wong emang benar begitu adanya. Ngobrolin something atau someone yang berkaitan sama Mu’allimin itu sexy buatku. Sepanjang ingatanku, tidak pernah membosankan kalo yang digosipin adalah saudara kita yang ganteng-ganteng itu. Mari lanjut ke topik utama. Disini, makna gosip yang dimaksud adalah “persebaran informasi” bukan “ghibah” yaa. Jadi kalau dimaknai seara luas ternyata gosip itu nggak semata mata ngomongin...