Postingan

Kenapa Jalan Asal?

Gambar
Postingan kedua #kadobuatnadiya Aku sudah melewatkan 1 hari jatah postingku. Ingkar janji sekali anda, kisanak. Tapi ada alasannya kok. Aku cuma belum menemukan bahan cerita yang “klik” untuk dibagikan. Tapi, sekarang sudah J Sebelum berkelana jauh ke cerita-cerita lain, aku mau ceritakan asal usul kenapa Jalan Asal aku jadikan nama blog ini. Tapi untuk mencapai kesitu, aku harus bawa kalian flash back 9 tahun sebelumnya. Tepatnya tahun 2012, saat itu aku kelas 3 Madrasah Tsanawiyah (setara kelas 9 SMP). Aku tinggal di sekolah berasarama kala itu. Dimana setiap kamar di asrama ada pendamping yang kita sebut mujanibah. Mujanibah ini asalnya dari kakak kelas yang duduk di kelas 10 atau 11 Aliyah. Masa tugas mujanibah cuma setahun lamanya. Ketika kenaikan kelas, yang kelas 10 akan pindah asrama dan yang kelas 11 akan bebas tugas karena harus fokus Ujian Nasional di kelas 12. Singkat cerita, sampailah kami di penghujung tahun dan mengakhiri kebersamaan sama mujanibah kama...

#kadobuatnadiya

Gambar
#kadobuatnadiya is back! Jadi ini adalah self-project untuk merayakan ulang tahunku setiap tanggal 18 Agustus. Dimulai tahun 2018 saat ulang tahun ke-22, dalam bentuk cerita tentang hal kecil yang aku syukuri setiap hari. Dibagikan lewat story Instagram selama 22 hari penuh. Alasannya, kenapa sih harus ada #kadobuatnadiya? Yang pertama, ini sebagai wujud apresiasi dan rasa syukur karena sudah bisa sampai di usia 23 tahun. Terimakasih kepada Allah Swt atas karuniaNya memberikan kesempatan bernafas selama 23 kali revolusi bumi, juga apresiasi terhadap diri sendiri karena berhasil melewati ups and downs selama 23 tahun ini. Alasan kedua, tidak lain dan tidak bukan adalah biar awet. Kalo ngasih kado ke orang pernah gak mikir gini : "jangan kasih makanan, gak ada bekasnya." atau "Kalo ini, nanti rusak gak kepake lagi". Pernah kan? Nah, kalau kadonya tulisan kan bakal awet selamanya. Aku mati pun, tulisan ini bakal tetep ada. Lalu pesan Pramoedya Ananta Toer juga ja...

Kubangan

Gambar
Orang orang menyebutku kubangan. Cekungan jalan aspal yang menciptakan ceruk sehingga saat hujan datang, mampu menampung beberapa kubik air di dalam tubuhku. Menggenang. Aku tercipta belasan tahun yang lalu saat pemerintah melakukan perbaikan jalan nasional di kota ini. Dana yang sangat tipis karena dikorupsi oleh tikus-tikus berdasi, menyebabkan para pekerja juga mengerjakan proses pembuatan jalan dengan prinsip : yang penting selesai. Kata mereka aku hanya kubangan air di sisi jalan aspal yang akan habis menguap saat sang surya bersinar. Mereka bilang aku ini benda mati yang hanya bisa diam bergeming menatap laju roda-roda yang berseliweran tiada henti dan tidak murka meski tubuku dilindas berkali kali hingga isi tubuku muncrat keluar mengenai apa yang ada di dekatku. Meskipun anak-anak kecil suka bermain menciprat-cipratkan air di tubuhku kepada kawannya, tapi petugas Puskesmas malah gencar memusnahkan aku. Sumber nyamuk katanya. Mereka salah. Aku ini makluk dengan pencium...

Ke Pantai Yuk!

Gambar
pantai Jogan Pergi ke pantai bagi saya adalah hal yang spesial. Dalam setahun, frekuensi saya pergi ke pantai bisa dihitung jari saking sedikitnya. Makanya kalo pergi ke pantai saya selalu semangat dan bahagia. Karena di pantai saya merasa dekat dengan alam. Karena pantai memberikan ketenangan hanya dengan mendengar deburan ombaknya. Karena di pantai saya bisa merasakan kebersamaan dengan teman maupun keluarga. Tahun kemarin saya  beach camp di Pantai Sarangan Gunung Kidul. Planning awal kita adalah menyaksikan sunset dan sunrise . Tetapi karena terlambat berangkatnya, jadilah kita hanya melihat sunrise . Walaupun hanya sunrise , tetap saja menyaksikan Sang Surya muncul perlahan-lahan adalah sesuatu yang luar biasa dan memberikan efek magis buat kita. Dan tidur di pasir pantai adalah hal baru buat saya Beberapa bulan yang lalu saya ke Pantai Mutun di Bandar Lampung. Di pantai ini saya bisa puas berenang. Tidak ada eksotis debur ombak di sini, yang ada hanya riuh r...

Pelajar Sumatera Mubaligh Hijrah di Pringsewu

Gambar
Event ini sebetulnya sudah dihelat hampir setahun yang lalu. Tapi karena masalah waktu dan kondisi, saya baru sempet posting sekarang. seperti tahun-tahun sebelumya, IKPAMMMASAS (Ikatan Pelajar Madrasah Muallimin Mu'allimaat Seluruh Anak Sumatera) yang menjadi organisasi atau perkumpulan daerah bagisiswa siswi Madrasah Muallimin Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta yang berasal daerah Sumatera pada 28 Juni-18 Juli 2014 mengadakan Mubaligh Hijrah (MH) dan Semarak Ramadhan pada tanggal 20 Juli. MH tahun ini bertempat di Kabupaten Pringsewu, berpusat di Kecamatan Ambarawa. Kabupaten Pringsewu sendiri merupakan salah satu kabupaten baru di Provinsi Lampung, berdiri pada tahun 2008 dan merupakan hasil dari pemekaran wilayah Kabupaten Tanggamus. Kabupaten yang dipimpin oleh Bapak Sujadi ini merupakan kabupaten terkecil di Lampung sekaligus kabupaten pemilik kepadatan penduduk tertinggi di Lampung, penduduknya dari berbagai etnis, didominasi suku Jawa, kemudian ada suku La...

Jogja menang

Gambar
Pada Kejurnas Tapak Suci yang diadakan di Surakarta pada tanggal 20-24 Agustus 2014, pasangan seni ganda bersenjata putra Ardian Mulya-Mufti Maula mendapat juara pertama. Ini dia video performance mereka

1 malam 2 hari 3 provinsi

Gambar
liburan semester 1 yang lalu benar benar tak terlupakan bagi saya. bayangkan, saya menginjak 3 provinsi yang berbeda hanya dalam 2 hari saja! hari pertama, dari Jogja saya berangkat dari Terminal Giwangan menggunakan bus cepat Mira-Eka. rencana awal, setelah sampai di Terminal Tirtonadi Solo nanti saya langsung menuju Sragen. tetapi, nasib berkata lain. dari kediaman saya menuju Terminal Giwangan terjadi kemecetan yang lumayan parah sehingga waktu keberangkatan molor sekitar 1,5 jam dari yang seharusnya. dan sesampainya di Solo, bis menuju Sragen sudah habis. untungnya, saya punya famili yang siap menampung saya untuk bermalam di rumahnya. hari kedua saya melanjutkan perjalanan menuju Sragen. dalam perjalanan menuju Sragen saya menemukan bahwa ternya masih ada banyak orang baik di negara kita ini. dibalik segala kebobrokannya, tapi kita masih punya hati. kali itu adalah pengalaman pertama kali saya melakukan perjalanan ke Sragen sendirian tanpa ada yang mendampingi. di bis...